Biarkan teknologi hijau dan bersih menang! adalah baris penutup dari blog terakhir saya. Saya sadar, sorotan terhadap NFT saat ini akan mendorong pesan berikut ini  dengan sangat keras dan jelas.

Di IBF Net, salah satu proyek yang kami sayangi adalah IBF Substance yang mungkin akan menjadi NFT Exchange perdana yang sesuai dengan Syariah. Selain mematuhi Syariah, itu akan mempromosikan seni Islam, kaligrafi dan musik dalam berbagai bentuk. Sementara proyek ini masih dalam tahap drawing board, adalah fakta bahwa NFT relatif lambat dalam pindah ke tahap tengah. Apa yang mungkin memengaruhi munculnya NFT?

Data dan buktinya sangat banyak sehingga mungkin tidak memerlukan analisis dan interpretasi yang kuat. Sebagian besar NFTS yang saya gunakan sebagai contoh di blog terakhir saya sambil menggarisbawahi pengembalian (return) yang membingungkan dan sorotan masuk akal terhadap market place adalah perasaan bersalah karena meninggalkan jejak lingkungan yang sangat besar dan merusak. Seperti artikel NYT baru-baru ini dengan singkat menyatakan, “Singkatnya, saat seorang seniman mengupload karya seni dan mengklik tombol untuk mencetaknya, dia memulai proses yang dikenal sebagai penambangan (mining), yang melibatkan teka-teki kompleks, daya komputasi yang luar biasa, dan energi yang sangat besar. Itu karena Ethereum, platform pilihan untuk NFT, menggunakan metode yang disebut proof of work  untuk membuat aset digital seperti nonfungible token (NFT). Menurut perkiraan yang didukung oleh peneliti independen, penciptaan NFT rata-rata memiliki jejak lingkungan yang menakjubkan lebih dari 200 kilogram karbon yang menghangatkan planet, setara dengan mengemudi sejauh 500 mil dengan mobil bertenaga bensin khas Amerika. Upaya lain untuk menghitung penggunaan energi dari blockchain juga telah mencapai angka yang sangat besar. Para peneliti di Universitas Cambridge memperkirakan bahwa menambang Bitcoin menggunakan lebih banyak listrik daripada seluruh negara seperti Argentina, Swedia, atau Pakistan.” Kepedulian terhadap lingkungan telah menyebabkan beberapa artis terkenal meninggalkan rencana awal mereka untuk ikut serta dalam NFT.

Ethereum mengatakan mereka mengurangi jejaknya dengan beralih ke model berbeda yang disebut ” proof of stake,” yang tidak mengharuskan penambang bersaing untuk menambahkan aset ke blockchain. Model baru ini diharapkan dapat sangat mengurangi pekerjaan komputasi, dan dengan perluasan, emisi terkait. Namun sejak mengumumkan idenya beberapa tahun lalu, Ethereum tidak tahu pasti kapan perubahan itu akan benar-benar terjadi. Tentu saja, peralihan ini tidak akan mudah, dan memang penuh dengan risiko kegagalan yang besar.

Sebagai anggota komunitas Algorand, saya tentu tidak memiliki perasaan “bersalah” ini. Mengapa? Sebuah studi baru-baru ini memberikan perbandingan yang berguna dan mengungkap energi rata-rata yang dihabiskan oleh protokol alternatif untuk mengkonfirmasi satu transaksi .

·         Bitcoin: 930 kWh per transaksi

·         Ethereum: 70 kWh per transaksi

·         Algorand: 0,000008 kWh per transaksi

Namun, bagi Algorand ceritanya tidak berakhir dengan menjadi jaringan yang paling hemat energi. Kemitraannya yang baru terjalin dengan ClimateTrade menetapkan standar industri baru untuk keberlanjutan blockchain. Ia adalah pemimpin dalam transparansi emisi CO2 dan keterlacakan yang menggunakan solusi berbasis blockchain untuk meningkatkan efisiensi upaya keberlanjutan untuk perusahaan terkemuka di seluruh dunia. Ia menyediakan pasar di mana pengguna dapat langsung mengimbangi jejak karbon mereka dengan memilih kredit karbon yang paling sesuai dari yang tersedia, dan mendapatkan sertifikat resmi.

Dari Netral-Karbon ke Negatif-Karbon

Meskipun blockchain Algorand sudah netral karbon, jaringan pada akhirnya ingin menjadi “yang paling ramah lingkungan dari semuanya.” Algorand baru-baru ini berjanji untuk menjadi jaringan negatif-karbon sekarang dan di masa depan. Untuk mencapai ini, Algorand dan ClimateTrade akan menerapkan oracle keberlanjutan yang akan mengesahkan jejak karbon Algorand di rantai untuk setiap epoch (sejumlah blok). Dengan kontrak pintar lanjutannya, Algorand kemudian akan mengunci jumlah kredit karbon yang setara sebagai ASA (Algorand Standard Asset) ke dalam perbendaharaan hijau sehingga protokolnya tetap berjalan sebagai karbon-negatif.

Algorand melihat peningkatan adopsi oleh organisasi yang sejalan dengan fokus mereka pada keberlanjutan (sustainability), termasuk ClimateTrade, GlobalCarbon Holding, dan PlanetWatch.

PlanetWatch adalah perusahaan blockchain pertama yang fokus pada peningkatan kualitas udara global melalui pemantauan sistematis dan dengan demikian berkontribusi untuk menyelesaikan tantangan kesehatan masyarakat yang berasal dari polusi udara yang mempengaruhi jutaan orang. Ia telah mengembangkan dan menyebarkan jaringan global sensor kualitas udara berbiaya rendah dan organisasi serta individu yang sadar lingkungan yang memasang sensor kualitas udara, dengan tujuan memvalidasi, memfilter, dan menampilkan data di Internet dan melalui aplikasi seluler secara real-time. Jaringan pemantauan mengirimkan data real-time dan merupakan buku besar permanen global pertama untuk data historis kualitas udara. Perusahaan ini memanfaatkan kecepatan dan skala Algorand untuk buku besar terdistribusi pertama di dunia untuk sensor kualitas udara. Ia telah mampu mendesentralisasi, memberi insentif dan me-gamifikasi pemantauan kualitas udara. Data yang dikumpulkan oleh sensor udara PlanetWatch ditranskripsikan ke Algorand untuk membuat penyimpanan kualitas udara yang tidak dapat diubah yang dapat diakses oleh semua peserta. Sebagai imbalan atas kontribusi data ke repositori, Pemilik sensor menerima token PLANET, Algorand Standard Asset (ASA).

Global Carbon Holding menggunakan teknologi blockchain untuk me-tokenisasikan aset Kredit-Karbon di Asia dan mendukung pasar global dan transparan untuk membeli penyeimbangan karbon bersertifikat, dengan tingkat kualitas dan asal tertinggi. GCH memegang kredit-karbon bersertifikat, yang terdaftar dengan entitas yang diakui secara internasional, dan dijamin oleh token individu yang dihasilkan oleh blockchain. Karena transparansi dan keabadian blockchain publik inovatif Algorand, organisasi yang membeli Kredit Karbon melalui pasar digital Global Carbon Holding dapat melakukannya dengan keyakinan dan kepercayaan pada asal aset yang mereka gunakan. Teknologi blockchain Algorand mendukung transparansi rantai dari token Carbon Offset baru ini untuk memfasilitasi penemuan harga yang lebih mudah dan pasar yang lebih adil bagi penyedia aset dan pembeli token Carbon Offset.

Mitra terbaru seperti yang sudah dibahas adalah ClimateTrade, sebuah perusahaan yang tujuan utamanya adalah membantu perusahaan mencapai tujuan keberlanjutan (sustainability goals) mereka dengan mengimbangi emisi CO2 dan mendanai proyek perubahan iklim. Penyeimbangan karbon berfungsi sebagai mekanisme penyeimbangan penting dalam melindungi lingkungan dunia kita, dan ClimateTrade telah mengoptimalkan efisiensi bagi bisnis untuk mencapai netralitas karbon. Perusahaan memberi penggunanya akses terhadp sebuah market place tempat mereka dapat langsung mengimbangi jejak karbon mereka dengan memilih kredit karbon yang paling sesuai, bersama dengan catatan semua transaksi mereka di dahsboard pribadi. Ia menggunakan teknologi blockchain untuk menjamin bahwa kredit karbon dibatalkan di registri yang sesuai, dan untuk memastikan bahwa uang yang dikeluarkan dari penjualan langsung masuk ke sumber proyek. ClimateTrade dan pelanggannya akan menggunakan Algorand sebagai lapisan infrastruktur utamanya dan memanfaatkan kemampuannya untuk penyeimbangan karbon.

Komitmen Algorand terhadap planet dan iklim tampaknya tak tergoyahkan. Seperti yang dikatakan Silvio Micali, pendiri Algorand, “Algorand mengalami adopsi yang dipercepat dan perluasan jaringan. Karena periode pertumbuhan yang sangat tinggi ini berlanjut, kami merasa penting untuk beroperasi pada tingkat negatif-karbon. Memang, pertumbuhan yang berkelanjutan jauh lebih baik daripada pertumbuhan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: