Ketika proses pendirian IBFx – kripto digital IBF Net – dimulai, Kami menghadapi batu sandungan, Kami harus memilih developer dari komunitas yang agak kecil yang berpengalaman dalam protokol Algorand. Saya harus terus-menerus menjelaskan mengapa kita harus menggunakan protokol ini dan bukan Bitcoin atau Ethereum; mengapa Saya terpesona dengan Algorand. Mungkin dengan latar belakang Saya sebagai profesor di kampus, Saya menampilkan beberapa bias dalam mendukung sebuah entitas yang didirikan dan dipimpin oleh seorang profesor MIT pemenang penghargaan yang terkenal karena penelitiannya yang signifikan dalam kriptografi. Selain Prof Silvio Micali, pendiri nya, tim Algorand memiliki galaksi ilmuwan dan ekonom bintang, termasuk ekonom pemenang Nobel Paul Milgrom (dikenal dengan teori Lelangnya) sebagai penasihat. Mungkin, Saya bias karena Algorand termasuk di antara sedikit raksasa blockchain yang mencari kepatuhan Syariah yang dengan jelas menunjukkan rasa hormatnya terhadap pluralitas dan keragaman budaya. Mungkin Saya bias karena Algorand tampak begitu keren dan tidak terganggu dalam pasar spekulatif dengan fokus yang murni untuk meningkatkan nilai intrinsiknya dengan membangun ekosistem dan komunitasnya sendiri. Mungkin Saya bias karena keyakinan Saya tentang lelang sebagai alat terbaik untuk penemuan harga suatu aset. Mungkin Saya bias karena Algorand memberikan alternatif (mekanisme konsensus) dari yang melibatkan istilah “penambangan”, yang selalu dikaitkan dengan bencana lingkungan! Mungkin Saya bias karena menganggap ada hubungan antara nama Algorand dengan algoritma dan Alkhwarzimi!

Mungkin Saya bias karena Algorand tampak begitu keren dan tidak terganggu dalam pasar spekulatif dengan fokus yang murni untuk meningkatkan nilai intrinsiknya dengan membangun ekosistem dan komunitasnya sendiri.

Namun, Saya tidak ingin Anda bias. Jadi, izinkan Saya menggarisbawahi beberapa faktor yang dengan jelas menunjukkan keunggulan protokol teknologi ini.

Algorand adalah sebuah cryptocurrency yang aman, terukur dan terdesentralisasi serta platform smart contract. Mereka telah mengembangkan mekanisme konsensus mereka sendiri yang merupakan sebuah varian bukti kepemilikan (proof of stake) yang disebut pure proof of stake. Manfaat utamanya adalah bahwa teknologi Algorand menyelesaikan blocks dalam hitungan detik dan memberikan penyelesaian transaksi langsung sambil mencegah percabangan. Selain itu, Algorand menawarkan smart contracts yang sangat dapat disesuaikan, tokenisasi aset, dan atomic transfers yang dibangun langsung pada lapisan 1. Mungkin Saya akan sedikit terlalu cepat. Izinkan Saya menyederhanakan dan menangani hal di atas satu per satu.

Algorand bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk berpartisipasi. Ia dibangun di atas prinsip-prinsip pendorong transaksi-transaksi supercepat, kesederhanaan kinerja, dan adopsi. Ia mengklaim telah menyelesaikan trilema blockchain yang terkenal dari skala, desentralisasi dan keamanan, hal tersebut memang salah satu tantangan paling berat dalam sektor blockchain. Mari kita lihat caranya.

Tanpa skalabilitas, sebuah protokol dapat memperoleh popularitas tetapi tidak akan terlihat diadopsi secara massal. Ethereum dan Bitcoin adalah contoh yang bagus untuk ini. Meskipun keduanya adalah nama populer dalam komunitas crypto, tapi mereka belum mencapai adopsi massal. Kenyataannya adalah bahwa mereka terlalu lambat dalam hal kecepatan transaksi (jauh lebih lambat dari Visa misalnya); atau sangat mahal. Misalnya, di tahun lalu saja  biaya transaksi Ether meningkat lebih dari 35.000% yang memaksa beberapa proyek ditutup. Teknologi di balik blockchain Algorand memungkinkan hasil yang tinggi, yang berarti lebih banyak transaksi yang dapat diproses per detik daripada di Blockchain lain yang sebanding. Algorand dapat memproses lebih dari 1.000 transaksi per detik, dibandingkan dengan transaksi per detik Ethereum yang kurang dari 15.

Apa yang memastikan skala, transaksi cepat, dan biaya rendah? Protokol yang digunakan oleh Algorand dibuat khusus untuk kecepatan. Algorand telah menciptakan cara untuk menyelesaikan blocks hanya melalui satu putaran pemungutan suara. Itu sangat penting. Ketika setiap block diselesaikan secara instan, jumlah transaksi per detik yang dapat ditangani jaringan meningkat secara signifikan. Hal ini berarti bahwa transaksi di Algorand diselesaikan hampir secara instan – dalam waktu kurang dari lima detik. Dan, daripada harus menanggung rata-rata $39 yang lumayan, biaya bisa serendah $ 0,001 per transaksi – terlepas dari ukuran transaksinya.

Skala pencapaian, desentralisasi, dan keamanan adalah target besar dalam dirinya sendiri. Namun, masalah muncul ketika hal ini ditemukan saling terkait. Seseorang tidak dapat dengan mudah meningkatkan skala dan meningkatkan desentralisasi pada saat yang bersamaan. Seseorang tidak dapat menskalakan dengan cara yang terdesentralisasi tanpa mengorbankan keamanan jaringan dengan beberapa cara atau lainnya. Jadi, inilah masalah di mana seseorang tidak dapat menskalakan dengan cara yang terdesentralisasi dan aman – trilema blockchain. Trilema ini tetap belum terselesaikan untuk sebagian besar blockchain populer termasuk Bitcoin dan Ethereum. Tapi pertanyaannya, kenapa?

Jawabannya terletak pada sifat mekanisme-mekanisme konsensus yang terkait dengan sebuah protokol. Dua dari yang utama adalah bukti kepemilikan dan bukti kerja. Seperti yang mungkin Anda sadari, Proof-of-Work (PoW) sebagai mekanisme konsensus Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah protokol lainnya, memerlukan sejumlah sentralisasi di mana sebagian besar hashing power dikendalikan oleh penambangan besar. Mereka juga bukan yang paling aman karena ada sejumlah Blockchain yang telah diserang melalui serangan pembelanjaan ganda atau double spend (misalnya ethereum klasik). Mereka juga tidak terlalu terukur dengan transaksi yang diselesaikan dengan kecepatan siput, tetapi dengan biaya terkait yang sangat tinggi dalam bentuk biaya gas. Tentu saja, Ethereum 2.0 dengan transisinya menjadi bukti kepemilikan harus mengatasi sebagian dari tantangan tersebut.

Apakah semua mekanisme Proof-of-Work (PoW) sama baiknya? Pertimbangkan varian yang disebut Delegated-Proof-of-Stake (DPoS) misalnya. Konsensus algoritma DPoS digunakan oleh beberapa crypto, seperti, Bitshares, Steem, Ark, dan Lisk. Dalam mekanisme ini komunitas akan memberdayakan sejumlah pengguna sebagai delegasi untuk memilih blocks berikutnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran seputar sentralisasi. Ada sejumlah delegasi tetap dan delegasi ini dapat dianggap memiliki kontrol terpusat dalam DPoS blockchain. Delegasi dapat memiliki sebagian kecil dari total uang dalam sistem namun seluruh blockchain aman jika mayoritas delegasi jujur. Lebih lanjut, bahkan jika semua node jujur, ​​node ini dapat dengan mudah diidentifikasi dan diserang. Mereka dapat menjalankan serangan penolakan layanan yang menghentikan konsensus dan karenanya menjatuhkan blockchain itu sendiri.

Varian lain dari sistem Proof-of-Work (PoW) adalah Bonded Proof of Stake (diperkenalkan oleh Cosmos). Di sini pengguna akan mengikat token yang dipertaruhkan untuk memberikan suara pada blocks. Lebih lanjut lagi, bahwa mereka tidak akan pernah memberikan suara melawan kepentingan mereka sendiri karena mereka dapat kehilangan taruhan itu. Satu-satunya masalah dengan ini adalah bahwa hal itu memungkinkan musuh yang kuat untuk mengambil alih jaringan. Ada banyak kesempatan di mana penyerang bisa mendapatkan lebih banyak nilai dari menjatuhkan jaringan dibandingkan yang bisa mereka hilangkan dengan uang yang dipertaruhkan.

Sebaliknya, Algorand telah mengembangkan mekanisme Proof-of-Work (PoW)-nya yang aman. Ia bekerja berdasarkan prinsip sederhana ini yang membuat kecurangan oleh minoritas menjadi tidak mungkin dan curang oleh mayoritas menjadi bodoh. Berbeda dengan mekanisme-mekanisme Bonded Proof of Stake lainnya yang mengandalkan menghukum pelaku kejahatan dengan dana yang dipertaruhkan, Algorand telah mengembangkan sebuah mekanisme sehingga mereka yang memiliki taruhan kecil tidak dapat menipu. Selain itu, mereka yang memiliki saham besar dalam jaringan tidak akan curang karena akan sepenuhnya mendevaluasi kepemilikan mereka dan tidak masuk akal secara ekonomi. Jadi pada dasarnya, selama dua pertiga mayoritas jujur, protokol akan berfungsi dengan baik. Mekanisme ini juga berbeda dengan mekanisme-mekanisme lain karena uang tidak harus diikat untuk jangka waktu tertentu. Uang selalu ada di dompet pengguna, siap untuk dibelanjakan dan digunakan dengan cara lain dalam jaringan. Block dibangun dalam dua tahap melalui lotere yang dikenal sebagai cryptographic sortition, sebuah mekanisme di mana konsensus tentang block ditetapkan melalui dua tahap – tahap proposal dan babak pemungutan suara. Pelaku dalam ekosistem sangatlah beragam sehingga tidak mungkin untuk dimanipulasi. Oleh karena itu, ada finalitas yang cepat. Sifat acak dari penyortiran memastikan bahwa hal tersebut segera terdesentralisasi dan aman juga, mengingat bahwa tidak ada cara bagi musuh untuk mengetahui siapa yang memberikan suara di block berikutnya.

Singkatnya, mencapai skalabilitas seharusnya tidak secara langsung mengorbankan keamanan atau desentralisasi. Blockchain yang sukses akan menangani ketiga faktor tersebut. Algorand bertujuan untuk mengimplementasikan ketiganya ke dalam platformnya yang diharapkan dapat mengatasi trilema blockchain.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: