Wakaf Utsmani membahas masalah sosial yang jauh melampaui SDGs. Orang-orang lahir dengan harta wakaf, mengenyam pendidikan di sekolah wakaf, bekerja di perusahaan wakaf, mendapat pengobatan di rumah sakit wakaf dan dimakamkan di tanah wakaf.

Selama penelitian Saya tentang penyelarasan SDGs dengan Maqasid al-Syariah (MaS) dan bagaimana sektor wakaf dapat memainkan peran penting dalam mencapai keduanya, Saya menemukan publikasi yang sangat menarik dari Direktorat Wakaf Turki dengan judul “Marvelous Foundations” yang berisi detail tentang proyek wakaf pilihan dari berbagai bagian Turki yang didirikan selama era Utsmani. Ada sekitar 113 wakaf yang tercakup dalam publikasi ini. Melihat sepintas daftar tersebut cukup membuat Saya bersemangat untuk mempertimbangkan pertanyaan yang agak tidak biasa ini; Bagaimana jika kita kembali dengan mesin waktu ke abad ke-18 atau abad ke-19 pada masa Utsmani dan kita memiliki dokumen SDGs yang dimandatkan oleh PBB ini di tangan kita, lalu apa yang akan menjadi keputusan kita? Bagaimana rekam jejak kekhalifahan Utsmani dalam menggunakan lembaga wakaf untuk mencapai MaS dan SDGs? Ataukah sifat barang publik, kebutuhan masyarakat (yang diciptakan sebagai tanggapan) sangat berbeda dengan masa sekarang?

Jadi, Saya mencoba untuk mengklasifikasikan 113 yayasan wakaf yang telah didokumentasikan dalam publikasi khusus ini berdasarkan tujuan dan kebutuhan sosial yang mereka layani dan memetakannya ke MaS dan SDGs. Hasil yang menunjukkan penyebarannya ada di hadapan Anda. Anda dapat melihat bahwa mereka hampir memenuhi semua SDGs. Beberapa yang hilang dapat digabungkan dengan SDGs yang lebih general lainnya, seperti pengentasan kemiskinan. Mari kita ambil beberapa contoh. Saya harus mengatakan, Saya sangat terkejut melihat jenis kreativitas dan inovasi yang masuk ke dalam pemikiran para donatur di era tersebut. Dan Saya akan memilih beberapa dari setiap kategori SDGs yang menurut Saya sangat menarik.

Misalnya, pertimbangan SDG1 atau pengentasan kemiskinan. Anda memiliki wakaf-wakaf ini yang akan benar-benar membayarkan pajak untuk masyarakat miskin. Bisa berupa pajak langsung atau pajak tidak langsung atau apapun yang masyarakat miskin dan orang membutuhkan selalu merasa sulit untuk membayar. Anda bertanya kepada orang yang digaji hari ini dan dia akan memberi tahu Anda bahwa mungkin satu bulan dalam satu tahun dia harus pergi tanpa penghasilan karena kewajiban pajak. Berikut beberapa wakaf yang pada dasarnya membantu masyarakat miskin dan tidak begitu kaya untuk membayar pajak yang diklaim oleh pemerintah. Berikut adalah kasus di mana wakaf sebenarnya membantu menambah pendapatan negara (bukannya mengurangi karena status bebas pajak mereka). Maka Anda tentu saja memiliki anak yatim piatu dan kebutuhan untuk mengasuh anak yatim piatu yang ditanggung oleh banyak SDGs lainnya termasuk SDG1.

Wakaf wanita yang membayar biaya-biaya orang miskinTidak ditemukanBulgaria/Varna/Provadi 1708
Mengurus anak yatim piatuHaci Timurtaş PaşazadeIstanbul 1500
Membayar pajak rakyat di daerahEsbak Maraş Kadisi, Müftüzade, es-SeyyidIstanbul 1822
Membeli bahan-bahan pembersih dan makanan untuk orang miskinTidak DitemukanIstanbul 1904
Keamanan sosialSadr-i Rumeli, Nakibu’l-Eşraf, es-SeyyidIstanbul 1846
Memberi uang saku kepada narapidana miskinEsbak Kaptan-i Derya, el-HacIstanbul 1708
Membayar pajak bagi yang membutuhkanÇavuşIstanbul 1605
Mendandani siswa yatim piatuAbdurrahman KiziIstanbul 1773
Membantu orang yang menghadapi kemiskinan hebatAhmed bin Rahat, el-HattabSivas 1321
Berkorban untuk orang miskinAbdurrahman Nafiz Paşa KarisiIstanbul 1857
SDG1

Sekarang dengan mempertimbangkan SDG2, atau tidak ada kelaparan, berikut adalah beberapa contoh menarik. Satu wakaf didedikasikan untuk membagikan halwa atau permen dan hanya itu yang dibagikan! Ada lagi wakaf yang membagikan buah-buahan dan ada lagi yang membagikan makanan di tempat-tempat shalat. Ini adalah contoh yang sangat spesifik dari peruntukkan wakaf dan wakaf ini beroperasi dari tahun ke tahun. Kemudian, ada satu wakaf untuk menjalankan dapur umum bagi yang membutuhkan, dan satu lagi untuk membagikan roti

Membagikan roti hangatSahib-i Ata, Emir-i Kebir, el-Konevi, VezirSivas 1280
Membagikan rotiDavud Ağa ZevcesiTekirdağ/Çorlu 1739
Sup Ayam untuk yang membutuhkanMengli Giray Kizi, Yavuz Sultan Selim ZevcesiIstanbul 1522
Membagikan halvah (manisan)Çayköy AğasiAmasya/Central 1780
Menyediakan buah-buahanBiyiklizade, KethüdaBursa/Iznik 1594
Membagikan makanan ditempat-tempat ibadahSadr-i esbak, KöprülüSamsun/Vezirköprü 1661
SDG2

Ketika Saya memikirkan dan berusaha untuk memahami pola pikir para donatur, Saya cenderung merasa bahwa wakaf ini mungkin diciptakan oleh para pebisnis atau pedagang yang terlibat dalam bisnis; baik menjual buah-buahan atau membuat halwa atau permen atau membuat roti. Para pelaku bisnis ini juga menciptakan wakaf di lini bisnis mereka yang sesuai. Berhenti sejenak dan lihat sekeliling, berapa banyak pengusaha kita saat ini yang berpikir untuk menciptakan wakaf di bidang keahlian atau bidang bisnis mereka sendiri?

Berkaitan dengan SDG3 atau perawatan kesehatan, beberapa wakaf Utsmani yang didedikasikan untuk penyediaan perawatan kesehatan dan kebersihan yang baik yang mencakup beberapa contoh menarik, seperti sunat anak laki-laki dan membagikan madu selama sholat Ramadhan. Sekarang tidak sulit untuk melihat dimensi Islam dalam proyek semacam itu. Jadi itulah mengapa Saya melihatnya sebagai SDG3 tetapi dicampur dengan MaS. Anda memiliki wakaf untuk menyediakan pakaian musim panas untuk anak yatim piatu. Selanjutnya, Kami juga menemukan wakaf untuk membangun rumah sakit dan apotik untuk tunanetra, untuk penyakit menular dll

Membuat obat-obatan untuk pasienKanuniIstanbul 1547
Menawarkan perawatan rumah untuk pasienGermeyanoğluKütahya 1888
Pengobatan penyakit-penyakit menularAhmed bin Rahat, el-HattabSivas 1321
Menyunat anak laki-lakiSultan, VeliAmasya 1496
Pembelian pakaian musim panas untuk anak yatim piatuHabib-i Acemi, Kizil, Cami-i KebirUrfa 1384
Berharap dokter memiliki temperamen yang baikSultan Izzedin I Keykavus bin II Keyhüsrev bin II Kiliçarslan bin I MesutTokat 1221
Melayani orang-orang tunanetraEl-HacSiirt 1903
Melarang tembakau untuk guru-guru sekolah dasarTidak ditemukanDiyarbakir 1833
Membagikan minuman yang terbiat dari madu kackar setelah sholat tarawihTidak ditemukanIstanbul 1663
Membangun rumah sakit-rumah sakit untuk orang-orang yang membutuhkanBezm-i Alem Valide SultanIstanbul 1847
Mmebangun rumah sakit-rumah sakitEbu’l-feth, SultanSivas 1200
Melindungi hak-hak pasienSultan Murad-i Salis Validesi, Atik Valide SultanIstanbul 1582
Menyiapkan obat untuk penyakit mataOrtayazici, Tokadi, Sekbanbaşi, el-Hac, Zaim, Hafiz, SeyyidIstanbul 1745
SDG3

Dalam hal penyelenggaraan pendidikan atau SDG4, sekali lagi Anda memiliki beberapa contoh menarik dari pengajaran kaligrafi, mengajak siswa untuk piknik, memperbaiki buku, membagikan dan menyumbangkan buku-buku sains serta mempekerjakan tenaga yang berkualitas di bidang pendidikan. Memang, Kami melakukan survei yang sangat cepat terhadap wakaf kontemporer setelah latihan ini dan sulit untuk menemukan wakaf masa kini dengan program aksi yang sempit dan terfokus. Ada alasan mungkin terletak pada jumlah wakaf yang relatif besar dalam masyarakat Utsmani sehingga setiap wakaf dapat fokus pada satu tujuan kecil daripada memiliki agenda sosial yang luas seperti dalam kasus wakaf kontemporer. Sisi sebaliknya adalah bahwa wakaf semacam itu menghadapi risiko menjadi mubazir saat realitas bergeser.

Pemberian beasiswa kepada orang-orang indekosAntep Müftüsü, Müderrisin-i Kiramdan, KozanizadeGaziantep 1831
Membawa siswa untuk piknikMelek Ahmed Paşa Kizi Fatma Hanim SultanIstanbul 1716
Menyumbangkan pakaian dan alat tulis untuk siswa-siswaSefer Ağazade, Istabl-i Amire de KaşikciIstanbul 1730
Mengajar kaligrafiNot AvailableIstanbul 1740
Menyiapkan buku-bukuEş-ŞeyhKastamonu 1860
Menyediakan pendidikan untuk anak-anak miskinVeli, Gazi SultanAmasya 1495
Menyumbangkan buku-buku pengetahuanÇildir Valisi, Sefer Paşazade, el-HacAhiska 1756
Mempekerjakan personel yang berkualifikasi dalam pendidikanValide-i Sultan Mehmed Han bin Kanuni Süleyman HanIstanbul 1551
SDG4

Sekarang SDG5 sangat menarik karena tentang pemberdayaan perempuan. Untuk alasan yang bagus, ekonom Muslim tidak selalu nyaman dengan konsep ini. Dalam konteks keuangan mikro syariah, para praktisi Kami akan memberi tahu Anda bahwa tujuan mereka adalah pemberdayaan keluarga dan bukan hanya pemberdayaan perempuan. Islam memandang keluarga sebagai satu kesatuan, sebagai satu kesatuan yang utuh. Anda tidak melihat memberdayakan sebagai bagian dari unit terintegrasi ini. Tapi kemudian ada kasus perempuan terlantar. Maka Anda tentunya memiliki kewajiban untuk menyediakan tempat berteduh dan segala fasilitas dasar lainnya. Di antara wakaf-wakaf Utsmani, banyak yang pada dasarnya menargetkan pernikahan yang baik, dan sukses (sebagai cikal bakal keluarga yang kuat). Dan seseorang dapat dengan mudah atau sangat jelas menghubungkan tujuan ini dengan salah satu Maqasid al-Syariah, yang melindungi dan memelihara garis keturunan. Anda tidak dapat mencapai ini dengan sukses jika Anda meremehkan pentingnya pernikahan sebagai sebuah institusi. Jadi, pernikahan adalah institusi yang sangat sakral dalam Islam dan Anda memiliki suami dan istri yang memainkan peran yang sangat penting, keluarga memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan masyarakat. Dan ini adalah sesuatu yang mungkin tidak terlalu dipahami oleh para pembuat kebijakan kontemporer kita. Jadi, apa yang kita lihat di wakaf Utsmani mungkin bisa diklasifikasikan sebagai kasus pencampuran maqasid ini – perlindungan dan pengasuhan keluarga – dengan pemberdayaan perempuan. Dan kemudian ada wakaf yang merawat para janda, yang memberikan perlindungan bagi perempuan. Menariknya, beberapa didedikasikan untuk mempersiapkan mas kawin bagi anak perempuan (miskin). Persiapan mas kawin menjadi wajib dalam Islam, wakaf ini melaksanakan tugas ini atas nama orang tua yang kurang mampu atau bagi anak perempuan yatim piatu. Dan ada wakaf yang mengatur upacara pernikahan dan pakaian untuk pengantin miskin.

Menyiapkan mahar untuk para wanitaSadr-i Rumeli, Nakibu’l-Eşraf, es-SeyyidIstanbul 1845
Penampungan wanitaEl-Hac, inegöllüzadeBursa,  inegöl 1916
Menggabungkan bujangan yang miskinII Selim KiziIstanbul 1573
Pemenuhan kebutuhan para janda dan wanita miskinDefterdar Mustafa Çelebi ZevcesiIstanbul 1588
Mengatur upacara-upacara pernikahan dan mendandani wanita-wanita miskinÇapanzade Abdulfettah Bey KiziIstanbul 1865
SDG5

Berkenaan dengan SDG6, ada lagi beberapa contoh yang sangat menarik. Selain wakaf menggali sumur air (sesuatu yang banyak dilakukan wakaf saat ini), beberapa didedikasikan untuk menyediakan air panas selama musim dingin untuk wudhu. Demikian pula, ada wakaf yang membagikan air dingin selama musim panas atau membangun rumah mandi dan rumah mencuci untuk masyarakat. SDG7 adalah seperti yang Anda ketahui, menyediakan penerangan dan energi. Dalam sampel ini Kami menemukan beberapa kasus pencahayaan menara dan pencahayaan masjid.

Membagikan air dingin pada musim panasHoca-yi SultaniIstanbul 1571
Menyediakan air panas untuk berwudhu pada musim dinginKocabeyzadeAnkara 1721
Menggali sumur airKiziIstanbul 1720
Wakaf air dalam membasmi hama berbahayaŞeyh Ali SemerkandiÇankiri, Eskipazar, Şeyhler Çamlidere villageNot Available
Membangun rumah mandi dan rumah mencuci untuk masyarakatSakizli, es-SeyyidMedina 1713
Membangun tempat-tempat ibadah dan kamar mandiHaci IsmailoğluIstanbul 1762
SDG6

SDG8 sangat penting yaitu menciptakan lapangan kerja dan kesempatan kerja yang layak. Bagi sebagian dari wakaf ini kita temukan bahwa tujuan akhir mereka adalah untuk menciptakan peluang kerja baik melalui wirausaha atau melalui dorongan industrialisasi dengan mendirikan pabrik atau misalnya, dengan membantu pedagang yang bangkrut. Wakaf ini didedikasikan untuk memastikan budaya bisnis yang dinamis. Demikian pula Kami telah mendedikasikan wakaf untuk budidaya sutra, pengawetan benih, pengadaan alat-alat pertanian, penanaman gumwood dan lain sebagainya.

Penanaman Kayu KaretUmera-yi DeryadanSakiz 1105
Pembangan pertanian sutraEdirne GovernerEdirne 1923
Memasok alat pertanian untuk para petaniAhmed bin Rahat, el-HattabSivas 1701
Mereklamasi area-area pertanianEs-SeyyidIznik 1749
Mengawetkan benih-benihCedid, Semiz, GedikIstanbul 1565
Mendirikan pabrik-pabrikLaleli SultanIstanbul 1773
Membantu pedagang-pedagang yang bangkrutKile (Keyli) Naziri, el-Hac, Silahşor-i ŞehriyarIstanbul 1826
SDG8

Terkait wakaf untuk prasarana, contohnya adalah wakaf untuk penyediaan transportasi di sungai dan satu lagi berupa kapal darurat di danau.

Menyediakan transportasi di sungaiSinan BeyIstanbul 1522
Menyediakan kapal bantuan darurat di danau VanDiyarbakir BeylerbeyiVan 1588
Menyediakan layanan-layanan infrastrukturKaptan-i Derya, Cezayirli, GaziÇanakkale 1777
SDG9

Sebagian besar wakaf yang Kami temukan berbasis kota. Sebagian besar berupaya memenuhi berbagai kebutuhan yang terkait dengan kota berkelanjutan yang inklusif dengan segala fasilitasnya. Jadi, Kami memiliki persentase yang sangat besar – hampir sepertiga – wakaf yang digunakan untuk mengatur keselamatan jalan, membangun wisma, melestarikan estetika kota, menghapus coretan, dan daftar ini terus berlanjut. Dan disini kita dapat menemukan beberapa contoh yang baik, beberapa contoh lagi tentang bagaimana SDG11 yang berkaitan dengan kota yang berkelanjutan dan inklusif ditangani dengan sangat baik, misalnya oleh wakaf untuk membangun kuburan bagi umat Islam dan juga non-Muslim.

Menghapus grafitiEbulfeth, Fatih SultanIstanbul 1470
Perbaiki air mancur- air mancurBaradoğluAmasya/Gümüşhaciköy 1860
Mencegah pemborosanSultan Üçüncü Mehmedoğlu Ahmed HanIstanbul 1613
Mendirikan kamp bagi orang-orang untuk beristirahat selama musim panas dan musim dinginLüfti Efendi AzadlisiIstanbul 1754
Memberikan perawatan rumah bagi lansia miskinYorgani Emirzade, Sirkecibaşi, es-SeyyidIstanbul 1597
Melestarikan keindahan kotaMehmed Hayri PaşaIstanbul 1903
Membangun Rumah SinggahSari, Berber, MüftüIzmir 1673
Menempatkan salju ke air mancur umum di hari-hari panasMehmudzade, el-HacAydin/Atca 1860
Mengelola keselamatan jalan rayaTidak ditemukanAntakya 1705
Membangun tempat-tempat ibadah disamping sungaiDergah-i Ali Gediklilerinden, YeğenIstanbul 1766
Memperbaiki kuburan para syuhada dan para sahabatHaci, ÖmeroğluKayseri 1832
Menyumbangkan kebun zaitun ke penginapan Mevlevi para DarwisSarioğlu EşiIstanbul 1883
Menerangi masjid-mesjid dan Menara-menarael-HacAydin 1742
Membangun tempat peristirahatan bagi jemaah hajiKazaskerBursa 1570
Memperindah lingkunganNebizade el-HacIstanbul 1596
Memperbaiki trotoar-trotoarSadr-i Rumeli, Nakibu’l-Eşraf, es-SeyyidIstanbul 1861
Menjamu tamu yang datang ke desaTidak ditemukanBalikesir/Edremit 1757
Melaksanakan pekerjaan perawatan dan perbaikan pascabencana alamHassab Haci IskenderzadeIstanbul 1549
Memperbaiki jembatan-jembatanRumeli Beylerbeyi, Kara, Anadolu BeylerbeyiMacedonia/ Skopje 1514
Melindungi lokasi-lokasi bersejarahHaci Mehmed oğlu Ali EfendizadeÇanakkale/Çan 1801
Menyediakan air mancur-air mancurKayseriliErzurum  1722
Membangun penginapan para darwis untuk peziarah, para darwis, dan orang miskinEl-Hac, Hoca, Vilayet Meclis-i AzasiUrfa 1860
Merawat desain interior dan kebersihan tempat-tempat bersejarahKöprülüzade, Diyarbakir and Van ValisiDiyarbakir 1721
Membuat kuburan untuk umat Muslim dan non-MuslimSilahdar-i ŞehriyariIstanbul 1795
SDG11

Seringkali diyakini bahwa cendekiawan Muslim awal kita tidak sepenuhnya menyadari pentingnya menjaga planet dan lingkungannya. Hal ini ternyata merupakan asumsi yang keliru mengingat beberapa wakaf Utsmani justru diciptakan untuk mengatasi SDG 14 dan SDG 15 yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan, sumberdaya darat dan laut dan lain sebagainya. Kekhalifahan Utsmani memiliki wakaf yang sangat menarik untuk melindungi lingkungan, untuk kehutanan, untuk mendapatkan udara segar di Bosphorous, dan untuk menanam pohon Dedalu (Willow) di tepi sungai. Dan ada wakaf yang membangun padang rumput untuk hewan. Perawatan hewan dan semua makhluk hidup secara eksklusif dikejar sebagai tujuan dari beberapa wakaf, seperti, untuk membangun tempat berlindung bagi Merpati atau melindungi Bangau atau membersihkan danau.

Melindungi lingkungan dan hutanAltunizadeIstanbul 1885
Mendapatkan udara yang bersih di BosphorusPeksimetçibaşiIstanbul 1730
Penanaman pohon-pohon Dedalu (Willow) di tepi sungaiSadrazam, Sokullu, Sokullu, Şehid, Tavil, Ibrahim HanzadeIstanbul 1574
Providing water for animals of the public and passengers Menyediakan air untuk hewan dan tungganganTidak ditemukanAydin/Tire 1544
Membangun padang rumput untuk hewanAdana Beylerbeyi, RamazanoğluAdana 1538
Memberikan roti untuk hewan-hewan jalananEl-Hac, es-SeyyidIstanbul 1778
Membangun tempat hidup burung-burung MerpatiÇandarlizadeBursa 1707
Memperbaiki hewan-hewan dan benih-benihAhmed bin Rahat el-HattabSivas 1321
Melindungi Bangau-BangauMürselli, HaciIzmir, Ödemiş 1889
Membersihkan danau-danauTidak ditemukanEdirne 1585
SDG14-15

SDG16 adalah tentang martabat individu dan hak mereka untuk hidup dalam masyarakat yang damai dan bebas dari perselisihan. Beberapa wakaf didedikasikan untuk memperkuat sistem pertahanan dengan mendukung kekuatan angkatan laut negara atau memberikan dukungan logistik kepada tentara. Beberapa wakaf didedikasikan untuk menyelamatkan budak-budak Kristen dan budak-budak Muslim dan juga menyediakan kuda untuk para veteran perang.

Mengobati narapidana di malam-malam suciEs-SeyyidBursa 1799
Menyelamatkan budak-budak  KristenTidak ditemukanIstanbul 1740
Menyelamatkan budak-budak MuslimSelahaddin Pehlivan KiziDamascus 1308
Mempersatukan budak-budakTidak ditemukanEdirne 1472
Membantu orang-orang terbuangSubaşiIstanbul 1576
Mendukung angkatan lautTidak ditemukanIstanbul 1910
Memberikan dukungan logistik kepada Angkatan DaratSultan Selim III ValidesiIstanbul 1795
Memberikan kuda kepada para veteran yang akan berperangSadrazam, Sokullu, Sokullu, Şehid, Tavil, Ibrahim HanzadeIstanbul 1574

SDG16

Jadi orang tidak bisa menafikan bahwa kekhalifahan Utsmani dapat memikirkan kebutuhan ini – kebutuhan akan berbagai macam barang publik – dan mereka dapat berpikir untuk memberikan solusi melalui lembaga wakaf. Dan tentunya ada beberapa wakaf yang khusus untuk perlindungan dan penjagaan agama, seperti mengirim orang untuk haji dan menyediakan jasa perbaikan jam di masjid atau jasa kebersihan masjid.

Sekarang ketika kita melihat wakaf kontemporer, sejauh mana wakaf-wakaf ini mencoba untuk menangani SDGs dan MaS? Kami berada tepat di tengah studi komprehensif yang berupaya menjawab pertanyaan ini. Hasil awal menunjukkan bahwa jalan wakaf kontemporer masih panjang. Sebagian besar fokus pada penyediaan pendidikan dan perawatan kesehatan dengan beberapa contoh peningkatan keterampilan, kesetaraan gender dan penciptaan mata pencaharian dan pembiayaan orang miskin. Beberapa bidang yang akan datang termasuk pertanian dan infrastruktur.

Di kekhalifahan Utsmani, layanan wakaf tersebar jauh dan luas. Sebagaimana digarisbawahi oleh pernyataan bahwa wakaf Utsmani membahas keprihatinan masyarakat jauh melampaui SDGs. Orang yang lahir dengan harta wakaf, mengenyam pendidikan di sekolah wakaf, bekerja di perusahaan wakaf, mendapat pengobatan di rumah sakit wakaf dan dimakamkan di tanah wakaf.

(Diterjemahkan oleh:
Yusuf Ali, B.Ec | Qoriatul Hasanah, Lc. MIRK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: